Saat mengelola server Linux, seringkali kita perlu menjalankan perintah atau skrip yang memakan waktu lama, seperti backup data, migrasi database, atau menjalankan service tertentu. Masalah muncul ketika koneksi SSH terputus atau terminal ditutup, maka proses yang sedang berjalan akan otomatis terhenti (hang up).
Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa menggunakan command nohup.
Apa itu nohup?
nohup merupakan singkatan dari No Hang Up. Perintah ini memungkinkan sebuah proses untuk terus berjalan meskipun user yang menjalankan proses tersebut sudah logout atau koneksi terminal terputus. Secara default, nohup akan mengalihkan output (stdout dan stderr) ke sebuah file bernama nohup.out.
Cara Menggunakan nohup
Berikut adalah langkah-langkah dan contoh penggunaan command nohup di Linux:
1. Menjalankan Perintah Dasar
Untuk menjalankan perintah agar tetap berjalan di background, gunakan format berikut:
nohup [command] &
- nohup: Menandakan bahwa proses tidak boleh berhenti saat session berakhir.
- [command]: Perintah atau skrip yang ingin dijalankan.
- &: Berfungsi untuk mengirim proses ke background sehingga terminal bisa langsung digunakan kembali.
2. Mengalihkan Output ke File Tertentu
Secara default, output akan disimpan di nohup.out. Jika ingin mengalihkannya ke file log yang spesifik, gunakan perintah berikut:
nohup ./skrip_saya.sh > output.log 2>&1 &
- > output.log: Mengarahkan standard output ke file output.log.
- 2>&1: Mengarahkan standard error ke tempat yang sama dengan standard output.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar