Macam-macam Mode pada Interface Wireless Mikrotik - Pintar Network

Latest

Pintar Network merupakan sebuah website yang berisi informasi serta tutorial seputar Jaringan, Komputer dan juga IT.


Friday, May 18, 2018

Macam-macam Mode pada Interface Wireless Mikrotik

macam-macam mode pada interface wireless Mikrotik


Assalamu'alaikum wr.wb

Kali ini kita akan melanjutkan materi yang masih terkait dangan Wireless pada Router Mikrotik, sebelumnya kita telah belajar bagaimana Cara Menghubungkan Router Mikrotik ke WiFi. Pada artikel tersebut kita menjadikan interface wlan kita menjadi mode Station atau Station Bridge. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas mode-mode yang ada pada interface wireless atau wlan pada Router Mikrotik.


10 mode wlan


Ada 10 mode pada interface wireless yaitu
  1. Aligement Only
  2. AP Bridge
  3. Bridge
  4. Nstream dual slave
  5. Station
  6. Station bridge
  7. Station pseudobridge
  8. Station pseudobridge clone
  9. Station wds
  10. Wds slave

Dari 10 mode tersebut, kita bisa mengelompokkannya menjadi beberapa mode antara lain :

1. AP Mode
  • AP bridge - Wireless difungsikan sebagai Access Point (AP)
  • Bridge - Hampir sama seperti AP-bridge, namun pada mode ini kita hanya bisa mengkoneksikannya ke satu client/station saja, mode ini biasa digunakan untuk point to point

2. Station Mode
  • Station - Pada mode ini kita dapat melakukan scan dan connect ke AP dengan frekuensi dan SSID yang sama. Mode ini tidak dapat di Bridge.
  • Station bridge - Sama seperti mode station, mode Station bridge ini merupakan Mikrotik Proprietary. Pada mode ini kita dapat melakukan bridging pada interface wireless. Mode ini merupakan mode untuk L2-Bridging selain wds.
  • Station wds - Mode ini sama seperti station, namum mode ini membentuk koneksi WDS dengan AP yang menjalankan WDS
  • Station pseudobridge - Mode ini merupakan pengembangan dari mode Station. Sama-sama menjadikan wireless sebagai client. Perbedaannya adalah pada Mode Station Pseudobridge support untuk membuat network yang sifatnya Bridge Network. Di dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi dimana untuk bridging pada L2 tidak bisa dilakukan secara penuh, dalam artian mac-address sebuah perangkat yang berada di bawah perangkat wireless (PC end user) tidak terbaca pada sisi Access Point atau dengan kata lain mac address dibawah router dengan mode Station pseudobridge ini akan dikenal sebagai mac address Router.
  • Station pseudobridge clone - Mode ini hampir sama dengan mode Station pseudobridge, namun pada mode ini kita akan melakukan cloning mac address dari perangkat yang terhubung ke Router yang menjalankan mode Station pseudobridge (End User).

3. Special Mode
  • Alignment only - Mode transmit secara terus menerus digunakan untuk positioning antena jarak jauh.
  • Nstreme dual slave - Pada dasarnya mekanisme kerja pada interface wireless adalah half duplex, akan tetapi dengan menggunakan mode ini kita dapat mengaktifkan mekanisme kerja full duplex, mode ini  merupakan proprietary didalam wireless mikrotik, tentunya kita juga membutuhkan 2 wireless card dan 2 antenna pada masing-masing wireless router mikrotik
  • WDS slave - Mode WDS-Slave ini berfungsi sebagai pemancar (Access Point) sekaligus sebagai penerima (Station) atau disebut juga dengan repeater, Mode ini merupakan salah satu solusi apabila ingin membangun sebuah repeater tetapi perangkat yang dimiliki hanya menggunakan 1 card wireless card.

Nah itu dia mode-mode yang ada pada interface wireless pada Router Mikrotik. Sekian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Apabila ada yang masih belum paham tentang materi kali ini, kalian dapat bertanya di kolom komentar. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr.wb

No comments:

Post a Comment